1 Juli 2026 - 12:45
Source: ABNA
Usulan Baru Oman kepada Amerika Serikat dan Negara-negara Barat tentang Lalu Lintas di Selat Hormuz

Sebuah media Amerika melaporkan tentang usulan baru Oman kepada Amerika Serikat dan negara-negara Barat mengenai lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Menurut laporan kantor berita Abna, surat kabar The New York Times mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini melaporkan bahwa Kesultanan Oman baru-baru ini telah menyampaikan usulan resmi kepada Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya, yang menurutnya perusahaan pelayaran akan membayar biaya untuk melintasi Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan ini, rencana Oman sebagian terinspirasi oleh mekanisme operasional di Selat Malaka dan Singapura. Dalam usulan ini, pembayaran biaya lintas secara resmi dianggap sukarela, tetapi Iran menekankan wajibnya pemungutan biaya ini.

The New York Times juga menulis bahwa Washington memiliki sejumlah pertimbangan mengenai usulan ini dan menginginkan pembicaraan dengan pejabat Oman tentang rinciannya. Para pejabat Amerika berharap perbedaan pendapat dapat diselesaikan melalui negosiasi teknis.

Sementara itu, Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri negara kami, menyatakan bahwa Teheran siap untuk menciptakan mekanisme baru manajemen pelayaran di Selat Hormuz, tetapi jika Oman tidak memiliki keinginan untuk menyusun kerangka kerja bersama untuk pengelolaan jalur strategis ini, Iran akan melanjutkan proses ini secara independen.

Juga Abbas Araghchi, kepala aparat diplomatik negara kami, sebelumnya telah mengatakan bahwa Selat Hormuz selama bertahun-tahun selalu terbuka untuk pelayaran internasional, tetapi setelah serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, kondisi di jalur perairan ini tidak akan lagi seperti sebelumnya.

Sebelumnya, Iran dan Oman, setelah kunjungan delegasi Iran ke Muskat, dalam pernyataan bersama telah menekankan bahwa negara-negara pantai harus memainkan peran utama dan memiliki tanggung jawab kedaulatan atas pengelolaan Selat Hormuz. Kedua pihak juga mengumumkan bahwa mereka akan berkonsultasi tentang masa depan jalur perairan ini dan penyusunan kesepakatan tentang cara lintas kapal berdasarkan standar internasional dan dengan mempertimbangkan biaya bagi negara-negara pantai.

Your Comment

You are replying to: .
captcha